Praya, 17 Februari 2020

“Nak, tidak boleh lari-lari, nanti jatuh!
Nak, tidak boleh main hujan, nanti sakit!
Nak, tidak boleh main! lumpur, nanti kotor!
Semuanya serba tidak boleh. Padahal dunia seperti itu memang dunianya meraka. Lalu apa yg boleh Ibu/Bapak lakukan?”

“Nak, ibu bilang apa tadi, cepat-cepat makannya, ini sudah jam berapa, nanti kamu terlambat sekolah, ibu juga telat jadinya ke kantor (sambil marah-marah dan bersuara keras). Nak, kalau sudah selesai main, mainannya ditaruh di tempatnya, bukan dibiarkan seperti ini (sambil marah-marah dan bersuara keras). Bahkan tidak menutup kemungkinan, anak sampai dipukul.”

“Wahai para orang tua, benarkah sikap kita selama ini yang suka marah-marah, bersuara keras, emosi meletup-letup ketika anak tidak mendengar atau menuruti perkataan kita ?”

Sedikit ilustrasi dan kalimat pertanyaan tersebut menjadi pembuka Webinar Parenting wali siswa kelas 6 SDIT ASHOPA dan langsung dirangkaikan dengan forum kelas virtual, hari Sabtu, 13 Februari 2021. Materinya bertemakan “Regulasi Emosi Orang Tua dan Anak” yg disampaikan oleh salah satu psikolog terbaik NTB, yaitu Ustadz Yulhaidir, M.Psi.

Berbagai sikap dan perilaku orang tua saat ini yg tidak bisa meregulasi emosi terhadap anak, sehingga anak menjadi takut, keras, tidak mendengar perkataan ibu dan ayahnya dikupas secara gamblang oleh Ust. Yul (panggilan akrabnya). Selain itu, beliau juga menyampaikan beberapa tips atau cara mengendalikan emosi ketika mengingatkan anak saat dia rewel, antara lain :

  1. Mengubah emosi negatif menjadi positif.
  2. Menjauhi sumber emosi yang menjadi pemicu saat itu.
  3. Memperkuat kesabaran
  4. Berserah kepada Allah, melisankan istighfar dengan bersungguh-sungguh.

Sebagai manusia biasa, memang hal tersebut tidaklah mudah. Akan tetapi, tidak mudah bukan berarti tidak bisa. Karena “Sensungguhnya bersama kesulitan pasti ada kemudahan. Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan.”(Asy-Syarh: 6-7).

Dan sebagai orang tua, kita harus menyadari bahwa, anak juga menjadi salah satu sumber ujian kehidupan. Sebagaimana dalam Al-Qur’an, Allah berfirman ” Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu), dan di sisi Allah pahala yang besar”.
Jika orang tua berusaha maksimal, maka Allah akan memberikan balasan terbaik atas kerja keras dan jerih payah yang telah dilakukan.

Kepada semua orang tua, semoga bisa lolos dari ujian ini dengan penuh kesabaran. Aamiin Yaa Robbal’aalamiin 🤲

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here