Praya (24/10) — Sudah semenjak bulan maret pandemi Covid-19 menyebar ke seluruh dunia. Dampaknya pun sangat hebat, hampir berbagai lini kehidupan mengalami kelumpuhan. Tak terkecuali kondisi pendidikan di Indonesia. Meskipun era New Normal telah diberlakukan, namun tetap saja proses belajar mengajar tidak dapat dilakukan dengan optimal.

Konsep belajar mengalami pergeseran. Apa sebenarnya yang dibutuhkan oleh siswa ketika belajar di era pandemi. Dunia telah memiliki tatanan baru. Hal ini tentu saja tidak dapat dilakukan dengan pendekatan belajar yang konvensional yang hanya memaparkan teori. Siswa harus menguasai kompetensi dengan porsi keterampilan lebih. Kecakapan hidup, numerasi dan literasi akan memenuhi porsinya masing-masing.

Siapa yang paling berperan dalam hal ini?
Tentunya guru sebagai sang maestro pembentuk peradaban adalah komponen utama. Sekolah Guru Indonesia (SGI) membuat sebuah gebrakan baru dengan platform Kolaborasi Guru Pemimpin.

SDIT Anak Sholeh mensupport penuh gerakan Start Up Project Leadership( SPL) yang dicanangkan sejak tanggal 20 Oktober 2020. Melibatkan 35 guru dengan 411 siswa, SDIT Anak Sholeh Praya berkomitmen melahirkan pembelajaran yang tentunya dapat menanamkan karakter pemimpin melalui program yang akan dikoordinir langsung oleh Team Leader yang merupakan guru dan aktivis SGI NTB.

Semoga dengan hadirnya beberapa program ini dapat dirasakan manfaatnya berupa benefit bagi siswa, guru, serta meringankan beban sesama. Karena manusia yang paling baik di muka bumi adalah manusia yang paling bermanfaat bagi sesama.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here