TKIT dan SDIT Anak Sholeh Praya mengadakan kegiatan ToR (Term Of Reference) Pelatihan dan Workshop PTK (Penelitian Tindakan Kelas) untuk Guru-Guru dan Tenaga Pendidik. Kegiatan ini merupakan kegiatan pertama dari rangkaian kegiatan-kegiatan pelatihan yang dijadwalkan akan berlangsung selama empat kali. Materi-materi pelatihan ini diisi oleh pemateri yang berkompeten di bidangnya yakni Bapak Tohar, M.Pd. Beliau adalah pengawas SMA Se-Provinsi NTB yang juga telah sering mengisi pelatihan-pelatihan serupa di tempat-tempat lain.

 

Kegiatan pelatihan yang pertama ini berlangsung di SDIT Anak Sholeh Praya Hari Jum’at tanggal 24 Maret 2017. Peserta pelatihan adalah semua guru TKIT dan SDIT Anak Sholeh Praya beserta staff TU sejumlah 30 orang.

“Selain memang untuk meningkatkan kapasitas serta profesionalisme guru, kegiatan ini juga merupakan tuntutan secara khusus dari JSIT (Jaringan Sekolah Islam Terpadu) Indonesia agar para guru SIT dapat mengembangkan tehnik PTK yang TERPADU kedepannya”, tutur Baiq Fitriah, S.Pd selaku inisiator acara.

 

Secara Khusus Tujuan dari Pelatihan ini adalah :

  • Meningkatkan penguasaan guru tentang Penelitian Tindakan Kelas dan langkah-langkah penyusunannya
  • Guru mampu mempersiapkan PTK pada pembelajaran yang akan berlangsung pada tri wulan akhir semester 2 ini (tahun ajaran 2016/2017)
  • Membiasakan guru dalam melakukan penelitian ilmiah dan membuat karya tulis

 

Kompetensi Peserta Pelatihan yang diharapkan dari kegiatan ini adalah

  1. Guru memahami tentang Penelitian Tindakan Kelas dan langkah-langkah penyusunannya
  2. Guru mampu menyusun PTK pada pembelajaran yang akan berlangsung pada tri wulan akhir semester 2 ini (tahun ajaran 2016/2017)
  3. Guru akan terbiasa dalam melakukan penelitian ilmiah dan membuat karya tulis

 

DRAFT ACARA PERTEMUAN I

PELATIHAN DAN WORKSHOP PTK

WAKTU KEGIATAN PenanggungJawab
14.00 – 14.15 Pembukaan

– Tilawah

– Pengantar Kasek

 

– Ust. Fathur

– Ustzh. Fit

14.15 – 15.00 Pengantar Materi PTK BapakTohar
15.00 – 16.00 Workshop PTK (langkah-langkah) BapakTohar
16.00 – 17.00 Workshop PTK BapakTohar

Lomba PTK Guru Sekolah Islam Terpadu Se-Indonesia
Dalam rangka menyukseskan Musyawarah Nasional 4 Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) INDONESIA 27-30 Juli 2017 di Lombok, diadakan LOMBA Penelitian Tindakan Kelas (PTK) untuk seluruh guru Sekolah Islam Terpadu. Berikut penjelasan dan ketentuan lombanya:
1. Merupakan lomba perorangan bagi seluruh guru SIT di seluruh jenjang pendidikan, yang telah menggunakan pendekatan TERPADU dalam pembelajaran.
2. Pilihan Tema:
    – Efektifitas pembelajaran TERPADU
    – Peningkatan hasil belajar melalui pembelajaran TERPADU
    – Pengembangan pembelajaran TERPADU
3. Penilaian dilakukan berbasis dokumen, dengan kriteria:
   – kelengkapan proses PTK
   – Kelengkapan dokumen
   – Manfaat hasil PTK terhadap konsep pembelajaran TERPADU
4. Ketentuan materi lomba:
  a. Menggunakan huruf arial 12 dengan spasi 1,5 dan margin normal.
  b. Jumlah halaman maksimal 20 halaman, termasuk lampiran (format, gambar, foto, dll)
  c. Materi dikirim via email ke alamat ptk.munas.iv@gmail.com Paling lambat tanggal 3 juni 2017, jam 21.00 WIB.
5. Time Schedule
Pengiriman dokumen lomba: 1 Mei – 3 Juni 2017.
Pengumuman 5 orang finalis: 3 Juli 2017.
Tahap FINAL akan diselenggarakan di Lombok, tanggal 26 Juli 2017.
6. Hadiah Finalis
 a. Mendapat free tiket pp dan registrasi acara Munas 4 JSIT di Lombok
 b. Trofi dan sertifikat
 c. Uang pembinaan sebesar Rp 5jt (juara 1),  Rp 4 jt (juara 2), Rp 3jt (juara 3), Rp 2 jt ( Harapan 1), dan Rp 1 jt (Harapan 2).
CP : Shinta (089609883552)
         Yanthi (081286108866)

Outdoor Learning : Belajar Tentang Ciri-Ciri Tumbuhan dan Hewan di Kebun Jeruk Setiling

SDIT Anak Sholeh Praya selalu mengadakan kegiatan kunjungan belajar sesuai tema pembelajaran dalam sekali 3 bulan di tempat-tempat yang terkait materi pembelajaran. Kelas 2 Abdurrahman bin Auf & Abu Bakar Ash-Shiddiq kali ini mengunjungi Kebun Jeruk Desa Setiling dengan materi “Ciri-ciri Tumbuhan dan Hewan” pada mata pelajaran Sains.Peserta Kunjungan Kelas 2 kali ini berjumlah 38 Siswa.

Kunjungan ini dilaksanakan pada :

Hari/Tgl : Kamis, 02 Maret 2017

Waktu    : 09.00-11.30 Wita

 

Tujuan Kunjungan :

  1. Siswa dapat mendeskripsikan tumbuhan atau binatang di sekitar secara sederhana dengan bahasa tulis
  2. Siswa dapat menulis ciri-ciri tumbuhan atau binatang berdasarkan pengamatan

Time Schedule kunjungan :

 

No. Waktu Kegiatan
1. 07.00-08.00 Persiapan dan Absensi
2. 08.00-09.00 Berangkat kelokasi
3. 09.00-09.20 Murajaah Hafalan Qur’an & Pembukaan
4. 09.30-11.00 Penyampaian materi dari PLTD
5. 10.00-10.30 Penjelasan & berkeliling melihat tumbuhan atau binatang di sekitar
6. 10.30-11.00 Mengisi LKS yang telah diberikan dan penyerahan cindera mata
7. 11.00-12.00 Persiapan Pulang ke sekolah

Outdoor Learning : Kunjungan Belajar Lapangan Ke PLTD Ampenan Dengan Tema Sumber Energi

Secara rutin, SDIT Anak Sholeh Praya selalu mengadakan kegiatan kunjungan belajar sesuai tema pembelajaran di tempat-tempat yang terkait. Kali ini  kami  mengunjungi kantor PLTD Ampenan Mataram untuk dapat mendukung pembelajaran pada materi SAINS tentang  ENERGI (energi listrik) untuk ananda kami yang duduk di kelas III dan IV sejumlah 44 siswa.

Adapun tujuan umum kunjungan ini adalah untuk menambah pengalaman dan pengetahuan siswa/siswi SDIT Anak Sholeh Praya tentang proses menghasilkan energi listrik.

Kunjungan ini dilaksanakan pada :

Hari/Tgl : Kamis, 02 Maret 2017

Waktu   : 09.00-11.30 Wita

 

Tujuan Kunjungan :

Siswa dapat mengidentifikasi sumber-sumber energi yang ada di lingkungan sekitar.

  • Untuk memberikan pengetahuan kepada siswa tentang bagaimana proses menghasilkan energ listrik dan menghemat energi listrik di rumah dan lingkungan.
  • Melatih siswa untuk dapat membiasakan menggunakan alat-alat listrik secara bijak dan sesuai dengan kebutuhan.

 

Time Schedule kunjungan :

 

No. Waktu Kegiatan
1. 07.00-07.30 Persiapan Berangkat
2. 07.30-08.30 Berangkat kelokasi
3. 08.30-09.00 Sambutan dari pihak PLTD
4. 09.00-10.00 Penyampaian materi dari PLTD
5. 10.00-10.30 Keliling untuk melihat sumber energi listrik yang dipandu oleh pihak PLTD
6. 10.30-11.00 Penyerahan Cindera hati/Parcel dan  Pembagian Door Prize
7. 11.00-12.00 Persiapan Pulang ke sekolah

Ciri-Ciri Sekolah Yang Berkualitas

Bagi Orang tua, mencari sekolah berkualitas adalah sebuah pertaruhan. Alih-alih ingin sang buah hatinya menjadi anak yang berkarakter, bisa jadi malah jadi korban promosi belaka. seringkali para Ortu juga terlena pada label “terakreditasi A” yang terpampang di sebuah sekolah. Bisa juga tergiur dengan aneka foto kegiatan dan fasilitas yang terpampang di brosur atau nampak terlihat megah di lingkungan sekolah tsb.

Tidak salah memang, jika para Ortu menjadikan hal-hal tersebut di atas sebagai salah satu indikator dalam memilih sekolah bagi buah hati tercinta. Namun sangat bijaksana jika dapat sedikit mengeksplorasi informasi dan menggali lebih dalam mengenai sejumlah fasilitas yang ditawarkan dan beraneka prestasi yang diunggulkan dari sekolah yang hendak dijadikan tempat terbaik bagi pendidikan putra/i tersayang.

Mengapa perlu mengeksplorasi lebih dalam? apakah sekolah akan memberikan informasi tsb? Ada ungkapan The Man Behind The Gun yang mengajak kita untuk mengetahui apa dan siapa yang memegang kendali. Di sekolah ada Guru, pimpinan sekolah dan pengelola (yayasan atau PT). Beberapa hal yang layak dieksplorasi para ortu di antaranya :

  1. Bagaimana cara sekolah mencapai Visi dan Misi yang telah dicanangkan
  2. Apakah ada jaminan kualitas dari sekolah sehingga anak didiknya mencapai visi dan misi yang dicita-citakan
  3. Apakah sekolah memiliki SOP yang berlaku dan mengalami revisi sesuai kebutuhan?
  4. Bagaimana masing-masing peran Guru, Pimpinan Sekolah dan Pengelola dalam mencapai kualitas pendidikan bagi peserta didik.
  5. Adakah proses pengembangan dan peningkatan prestasi kerja Guru yang berkesinambungan dan berkelanjutan?
  6. Adakah hasil-hasil riset yang dikembangkan di sekolah
  7. Apakah fasilitas yang ada berhasil dikelola untuk sebesar-besarnya bagi peningkatan kualitas anak didik dan kreatitias para Guru?
  8. Berapa persen siswa yang berprestasi secara akademik mamupun non akademik? Dsb.

Salah satu sekolah yang menjadikan MUTU sebagai panglima dalam penyelenggaraannya, maka mereka akan memeberikan informasi yang jelas dan akurat, sehingga para Ortu akan merasakan sajian yang Well Informed.

Berikutnya, di bawah ini adalah panduan memilih sekolah yang berkualitas, sangat cocok bagi para Ortu yang kini sedang hunting sekolah bagi anak-anaknya. Bagi seorang Guru atau Pengelola Pendidikan, panduan ini juga sangat bermanfaat, untuk mengukur sejauh mana sekolah tempatnya mengajar atau sekolah yang dikelolanya memiliki standard yang prima dan berkualitas.

Merujuk pada pemikiran Edward Sallis, Sudarwan Danim (2006) dalam bukunya Visi Baru Manajemen Sekolah: Dari Unit Birokrasi ke Lembaga Akademik,  mengidentifikasi 13 ciri-ciri sekolah bermutu, yaitu *:

  1. Sekolah berfokus pada pelanggan, baik pelanggan internal maupun eksternal.
  2. Sekolah berfokus pada upaya untuk mencegah masalah yang muncul , dengan komitmen untuk bekerja secara benar dari awal. Umumnya ditunjukkan dengan adanya SOP.
  3. Sekolah memiliki investasi pada sumber daya manusianya, sehingga terhindar dari berbagai “kerusakan psikologis” yang sangat sulit memperbaikinya. SDM dipandang sebagai aset yang di maintain, bukan alat yang kapan saja bisa diganti.
  4. Sekolah memiliki strategi untuk mencapai kualitas, baik di tingkat pimpinan, tenaga pendidik, maupun tenaga administratif. Penyelengaraan Training yang berjenjang dan berkelanjutan adalah salah satu ciri kuatnya.
  5. Sekolah mengelola atau memperlakukan keluhan sebagai umpan balik untuk mencapai kualitas dan memposisikan kesalahan sebagai instrumen untuk berbuat benar pada masa berikutnya. Keluhan customer dipandang sebagai “perhatian” bukan kritikan
  6. Sekolah memiliki kebijakan dalam perencanaan untuk mencapai kualitas, baik untuk jangka pendek, jangka menengah maupun jangka panjang.
  7. Sekolah mengupayakan proses perbaikan dengan melibatkan semua orang sesuai dengan tugas pokok, fungsi dan tanggung jawabnya.
  8. Sekolah mendorong orang dipandang memiliki kreativitas, mampu menciptakan kualitas dan merangsang yang lainnya agar dapat bekerja secara berkualitas.
  9. Sekolah memperjelas peran dan tanggung jawab setiap orang, termasuk kejelasan arah kerja secara vertikal dan horozontal.
  10. Sekolah memiliki strategi dan kriteria evaluasi yang jelas.
  11. Sekolah memandang atau menempatkan kualitas yang telah dicapai sebagai jalan untuk untuk memperbaiki kualitas layanan lebih lanjut.
  12. Sekolah memandang kualitas sebagai bagian integral dari budaya kerja.
  13. Sekolah menempatkan peningkatan kualitas secara terus menerus sebagai suatu keharusan

Nah, demikianlah sharing mengenai ciri-ciri sekolah berkualitas, semoga dapat memandu para ortu, Guru dan Para pengelola pendidikan agar mendapatkan atau menjadikan sekolah yang berkualitas

Kegiatan Mabit Pra-Uji Publik Hafalan Juz 30 dan/ Juz 29 Angkatan II Tahun 2017

Deskripsi kegiatan ;

TujuanKegiatan

  • Menyiapkan Ananda untuk menuntaska nhafalan juz 30 dan/atau juz 29
  • Muroja’ah juz 30 dan/atau juz 29
  • Meningkatkan ruhiyah Ananda melalui kegiatan tahajud berjama’ah dan Renungan malam
  1. PesertaPelatihan

Peserta mabit adalah semua siswa kelas 3-khalid bin Walid dan 4-Ibnu Sina serta siswa kelas 1 & 2 yang akan menuntaskan juz 30 (di rekomendasikanoleh guru Al-qur’an).

WaktuPelaksanaan ;

Selama1 hari 1 malam  (Sabtu pukul08.00 – Ahad pukul 07.00)

Tanggal 17 – 18 Februari 2017 (hari Sabtu-Ahad)

Tempat : MUSHALLA SDIT ANAK SHOLEH PRAYA

Pendamping Tahfidz

  • Ustadz Fathur
  • Ustadz Turmuzi
  • Ustadz Bukran
  • Ustadz Agus Setya
  • Ustadz Luqman
  • Ustadzah Dian
  • Ustadzah Neta
  • UstadzahNanik
  • Ustadzah Ela
  • Ustadzah Nita

Perlengkapan yang dibawa :

  1. Mushaf Al-Qur’an
  2. Alat Sholat­­
  3. Pakaian Ganti
  4. Alat Mandi
  5. Snack
  6. Botol Minum (Yang dapat digunakan untuk isi ulang, contoh : Tupperware, dll)
  7. Obat-obatan pribadi

DRAFT ACARA

“MABIT PRA UJI PUBLIK”

 

HARI/TANGGAL WAKTU KEGIATAN
Sabtu, 17 Februari 2017 08.00 – 08.30 Registrasi
08.30 – 08.50 Sholat Dhuha
08.50 – 09.00 Pembagian Kelompok
09.00 – 10.00 Murojaah Ziyadah 1
10.00 – 10.30 Istirahat
10.30 – 12.00 Tidur siang (kailulah)
12.00 – 13.00 Ishoma
13.00 – 15.30 Ziyadah 2
15.30 – 16.00 Ishosnack
16.00 – 18.00 Ziyadah 3
18.00 – 19.00 Isho Maghrib
19.00 – 20.00 Murojaah bersama
20.00 – 20.30 Makan malam
20.30 – 21.00 Nonton bareng (motivasi)
21.00 – 03.00 Tidur
 
Ahad, 18Februari 2017 03.00 – 04.00 Tahajjud + Renungan
04.00 – 05.45 Ziyadah 4, sholat Subuh dan Al Ma’tsurat
05.45 – 06.30 Senam + Persiapan pulang
06.30 – 07.00 Penjemputan

Penyelamat Orang Tua di Neraka Adalah Do’a Anak-Anak Yang Sholeh

Nabi Musa As. adalah satu-satunya Nabi yang bisa berbicara terus dengan Allah SWT. Setiap kali dia hendak bermunajat, Nabi Musa As. akan naik ke Bukit Tursina. Di atas bukit itulah beliau akan berbicara dengan Allah.

Nabi Musa sering bertanya dan Allah akan menjawab pada waktu itu juga. Inilah kelebihannya yang tidak ada pada nabi-nabi lain.

Suatu hari Nabi Musa bertanya kepada Allah. “Ya Allah, siapakah orang di surga nanti yang akan bertetangga denganku?”.

Allah pun menjawab dengan mengatakan nama orang itu, kampung serta tempat tinggalnya.

Setelah mendapat jawaban, Nabi Musa turun dari Bukit Tursina dan terus berjalan mengikuti tempat yang diberitahu. Setelah beberapa hari di dalam perjalanan akhirnya sampai juga Nabi Musa ke tempat berkenaan.

Dengan pertolongan beberapa orang penduduk di situ, beliau berhasil bertemu dengan orang tersebut. Setelah memberi salam beliau dipersilakan masuk dan duduk di ruang tamu.

Tuan rumah itu tidak melayan Nabi Musa. Dia masuk ke dalam kamar dan melakukan sesuatu di dalam. Sebentar kemudian dia keluar sambil membawa seekor babi betina yang besar. Babi itu dibawanya dengan teliti. Nabi Musa terkejut melihatnya.

Apa apa ini?, kata Nabi Musa berbisik dalam hatinya penuh keheranan.

Babi itu dibersihkan dan dimandikan dengan baik. Setelah itu babi itu dilap sampai kering serta dipeluk cium kemudian diantar semula ke dalam kamar. Tidak lama kemudian dia keluar sekali lagi dengan membawa pula seekor babi jantan yang lebih besar. Babi itu juga dimandikan dan dibersihkan. Kemudian dilap hingga kering dan dipeluk serta cium dengan penuh kasih sayang. Babi itu kemudiannya diantar lagi semula ke kamar.

Selesai kerjanya barulah dia melayan Nabi Musa. “Wahai saudara! Apa agamamu?”. “Aku agama Tauhid”, jawab pemuda itu yaitu agama Islam. “Terus, mengapa kamu memelihara babi? Kita tidak boleh berbuat begitu.” Kata Nabi Musa.

“Wahai tuan hamba”, kata pemuda itu. “Sebenarnya kedua babi itu adalah Ibu-bapak kandungku. Oleh karena mereka telah melakukan dosa yang besar, Allah telah menukar rupa mereka menjadi babi yang jelek rupanya. Soal dosa mereka dengan Allah itu soal lain. Itu urusannya dengan Allah. Aku sebagai anaknya tetap melaksanakan kewajibanku sebagai anak. Setiap hari aku berbakti kepada kedua Ibu-bapakku sepertimana yang tuan lihat tadi. Walaupun rupa mereka sudah menjadi babi, aku tetap melaksanakan tugasku.” sambungnya. “Setiap hari aku berdoa kepada Allah agar mereka diampunkan. Aku bermohon supaya Allah menukarkan wajah mereka menjadi manusia seperti semula, tetapi Allah masih belum mengabulkan.”, tambah pemuda itu lagi.

Maka ketika itu juga Allah menurunkan wahyu kepada Nabi Musa a.s. ‘Wahai Musa, inilah orang yang akan bertetangga dengan kamu di Surga nanti, hasil baktinya yang sangat tinggi kepasa kedua Ibu-bapaknya. Ibu-bapaknya yang sudah buruk dengan rupa babi pun dia berbakti juga. Oleh itu Kami naikkan maqamnya sebagai anak yang soleh disisi Kami.”

Allah juga berfirman lagi yang bermaksud : “Oleh karena dia telah berada di maqam anak yang soleh disisi Kami, maka Kami angkat doanya. Tempat kedua Ibu-bapaknya yang Kami sediakan di dalam neraka telah Kami pindahkan ke dalam surga.”

Itulah berkat anak yang soleh. Doa anak yang soleh dapat menebus dosa Ibu-bapak yang akan masuk ke dalam neraka pindah ke surga. Ini juga hendaklah dengan syarat dia berbakti kepada Ibu-bapaknya. Walaupun hingga ke peringkat rupa ayah dan ibunya seperti babi. Mudah-mudahan Ibu-bapak kita mendapat tempat yang baik di akhirat kelak.

Walau bagaimana buruk sekali pun perangai kedua Ibu-bapak kita itu bukan urusan kita, urusan kita ialah menjaga mereka dengan penuh kasih sayang sebagaimana mereka menjaga kita sewaktu kecil hingga dewasa.

Walau banyak sekali pun dosa yang mereka lakukan, itu juga bukan urusan kita, urusan kita ialah meminta ampun kepada Allah SWT. supaya kedua Ibu-bapak kita diampuni Allah SWT.

Doa anak yang soleh akan membantu kedua Ibu-bapaknya mendapat tempat yang baik di akhirat, inilah yang dinanti-nantikan oleh para Ibu-bapak kita di alam kubur.

 

Anak-anak Sholeh SDIT Anak Sholeh Praya

Matematika Anak Sholeh

UMAT ISLAM WAJIB MENGUASAI MATEMATIKA

 

  • Karl Friedrich Gauss :

Matematika adalah ratunya ilmu, Aritmetika adalah ratunya Matematika.

  • Malcolm X :

“Matematika adalah hidup, dan hidup adalah Matematika. ”

Dalam kehidupan sehari-hari di masa kini, hampir tidak ada bidang yang tidak menggunakan Matematika. Bahkan dalam praktik keagamaan sekalipun, Umat Islam sudah dikenalkan dan dituntut untuk memahami Matematika. Dalam ibadah Shalatnya, Umat Islam sudah dikenalkan dengan konsep Matematika misalnya, 5 waktu Shalat wajib, 17 rakaat, shalat jama’ah dengan pahala 27 derajat. Pun demikian dengan faraidh yang hukumnya fardhu kifayah, minimal satu dari setiap mukmin yang tinggal di sebuah tempat (mukim) wajib menguasai ilmu tersebut, dan tentu saja ilmu faraidh yang menggunakan konsep bilangan pecahan tersebut membutuhkan matematika sebagai pemecahan masalahnya. Oleh karena itu, Umat Islam dituntut untuk memahami konsep bilangan pecahan dan operasinya.

Al-Qur’an sebagai pedoman hidup Umat Islampun banyak mengenalkan konsep bilangan melalui nomor surat, jumlah Ayat dan melalui kandungan isinya dan masih banyak lagi konten ibadah yang memiliki konsep Matematika di dalamnya. Namun fakta yang ada masih banyak Umat Islam bersikap cuek terhadap urgensi dalam mempelajari Matematika.

Umat Islam harus mengetahui bahwa Allah menciptakan alam semesta ini dengan Matematika, Allah adalah Ahli hitung (Matematika) yang Maha Cepat dalam menghitung, Al-Qur’anpun banyak berbicara tentang Matematika, Nabi Muhammad juga bisa Matematika bahkan Islam pada zaman pertengahan pernah jaya karena kemajuan ilmu dalam bidang Matematika dan Filsafatnya. Maka, sekarang Umat Islampun harusnya mau mempelajari dan menguasai ilmu Matematika.

 

ALLAH MENCIPTAKAN ALAM SEMESTA DENGAN MATEMATIKA

  • Al-Furqan, Ayat 2 :

وَخَلَقَ كُلَّ شَيْءٍ فَقَدَّرَهُ تَقْدِيرًا

Artinya :

“Dan Dia telah menciptakan segala sesuatu, dan Dia menetapkan ukuran-ukurannya dengan serapi-rapinya.”

Jika kita memperhatikan tata surya kita, maka kita akan menemukan banyak konsep Matematika di dalamnya. Matahari, Bumi, Bulan serta planet-planet lainnya berbentuk Bola, perhatikan juga lintasan bumi yang mengelilingi Matahari, serta lintasan-lintasan planet lainnya yang beredar dengan bentuknya yang Ellips dan begitu teraturnya sehingga menghasilkan periode evolusi yang sesuai seakan-akan mereka diukur dan diatur sebegitu rapinya.

Pada sekitar tahun 1200 Masehi, seorang ilmuwan besar bernama Galileo Galillei pernah mengatakan “mathematics is the language with wich God created the universe”, matematika adalah bahasa yang yang digunakan oleh Tuhan dalam menciptakan alam semesta ini. Pun demikian dengan seorang ilmuwan besar pencetus teori Big Bang, Stephen Hawking mengatakan hal yang senada dengan Galileo, yaitu “Tuhanlah yang menciptakan alam semesta dengan bahasa itu (bahasa matematika)”. Pernyataan-pernyataan tersebut keluar setelah mereka benar-benar mentadabburi alam semesta ini pada titik puncak (klimaks) terhadap ilmu mereka.

Begitu  juga dengan pernyataan dari ilmuwan hebat yang pernah ada di Abad modern ini, Albert Einstein setelah mengamati dan menemukan keteraturan, kecermatan, kerapian dan ketelitian aturan-aturan atau hukum-hukum dalam alam semesta mengatakan bahwa “Tuhan tidak sedang bermain dadu”. Tuhan tidak sedang main-main, tidak sedang melakukan percobaan dalam menciptakan alam semesta ini. Ungkapan Einstein ini sudah tersirat dengan jelas dalam Al-Qur’an jauh sekitar 1200 tahun sebelumnya.

  • Al-Anbiya, Ayat 16 :

وَمَا خَلَقْنَا السَّمَاءَ وَالْأَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا لَاعِبِينَ

Artinya :

Dan tidaklah Kami ciptakan langit dan bumi dan segala yang ada di antara keduanya dengan bermain-main.

 

  • Ad-Dukhan, Ayat 38 :

وَمَا خَلَقْنَا السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا لَاعِبِينَ

Artinya :

Dan Kami tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya dengan bermain-main.

 

ALLAH, SANG AHLI MATEMATIKA

 

  • An-Nur, Ayat 39 :

وَالَّذِينَ كَفَرُوا أَعْمَالُهُمْ كَسَرَابٍ بِقِيعَةٍ يَحْسَبُهُ الظَّمْآَنُ مَاءً حَتَّى إِذَا جَاءَهُ لَمْ يَجِدْهُ شَيْئًا وَوَجَدَ اللَّهَ عِنْدَهُ فَوَفَّاهُ حِسَابَهُ وَاللَّهُ سَرِيعُ الْحِسَابِ

Artinya :

“Dan orang-orang kafir amal-amal mereka adalah laksana fatamorgana di tanah yang datar, yang disangka air oleh orang-orang yang dahaga, tetapi bila didatanginya air itu dia tidak mendapatinya sesuatu apapun. Dan didapatinya (ketetapan) Allah disisinya, lalu Allah memberikan kepadanya perhitungan amal-amal dengan cukup dan Allah adalah sangat cepat perhitungan-Nya”.

 

  • Ali-Imran, Ayat 199 :

وَإِنَّ مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ لَمَنْ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَمَا أُنْزِلَ إِلَيْكُمْ وَمَا أُنْزِلَ إِلَيْهِمْ خَاشِعِينَ لِلَّهِ لَا يَشْتَرُونَ بِآَيَاتِ اللَّهِ ثَمَنًا قَلِيلًا أُولَئِكَ لَهُمْ أَجْرُهُمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ إِنَّ اللَّهَ سَرِيعُ الْحِسَابِ

Artinya :

“Dan sesungguhnya diantara ahli kitab ada orang yang beriman kepada Allah dan kepada apa yang diturunkan kepada kamu dan yang diturunkan kepada mereka sedang mereka berendah hati kepada Allah dan mereka tidak menukarkan ayat-ayat Allah dengan harga yang sedikit. Mereka memperoleh pahala di sisi Tuhannya. Sesungguhnya Allah amat cepat perhitungan-Nya.”

 

  • Al-Baqarah, Ayat 202 :

أُولَئِكَ لَهُمْ نَصِيبٌ مِمَّا كَسَبُوا وَاللَّهُ سَرِيعُ الْحِسَابِ

Artinya :

“Mereka itulah orang-orang yang mendapat bahagian daripada yang mereka usahakan; dan Allah sangat cepat perhitungan-Nya.”

 

  • Ar-Ra’ad, Ayat 41 :

أَوَلَمْ يَرَوْا أَنَّا نَأْتِي الْأَرْضَ نَنْقُصُهَا مِنْ أَطْرَافِهَا وَاللَّهُ يَحْكُمُ لَا مُعَقِّبَ لِحُكْمِهِ وَهُوَ سَرِيعُ الْحِسَابِ

Artinya :

“Dan apakah mereka tidak melihat bahwa sesungguhnya Kami mendatangi daerah-daerah (orang-orang kafir), lalu Kami kurangi daerah-daerah itu (sedikit demi sedikit) dari tepi-tepinya? Dan Allah menetapkan hukum (menurut kehendak-Nya), tidak ada yang dapat menolak ketetapan-Nya; dan Dia-lah Yang Maha cepat hisab-Nya.”

 

Matematika adalah ilmu menghitung (al-hisab), dalam urusan hitung-menghitung Allahlah ahlinya. Allah SWTsangat cepat dalam perhitungan-Nya sebagaimana yang telah disebutkan pada ayat-ayat-Nya di atas. Disebutkan bahwa untuk urusan menghitung Allah adalah yang paling teliti dan cepat. Lalu, siapa yang dapat menghitung dengan cepat kalau bukan ahli matematika? Siapa yang dapat menentukan ukuran-ukuran dan hukum-hukum jagad raya dengan begitu telitinya kalau bukan ahli matematika? Jawabannya hanya satu “Allah SWT.”

Allah SWT adalah serba maha tak terkecuali dalam hal menghitung (matematika), lalu mengapa umat Islam terkesan banyak yang phobia dengan matematika. Bagaimana kita bias lebih yakin kepada Islam jika matematika sebagai bahasa yang digunakan oleh Allah untuk menciptakan alam semesta ini tidak kita pelajari sebaik mungkin, oleh karena itu umat Islam wajib menguasai matematika.

 

MATEMATIKA DI DALAM AL-QUR’AN

  • Al-Qamar Ayat 49 :

إِنَّا كُلَّ شَيْءٍ خَلَقْنَاهُ بِقَدَر

Artinya :

Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut Qadr (ukuran)”.

 

Qadr secara bahasa matematik dapat diartikan sebagai aturan, rumus atau formula. Jadi, menurut ayat tersebut segala sesuatu di alam semesta ini ada aturannya, ada rumusnya dan ada formulanya yang sangat begitu rapi dan seimbangnya.

 

  • Al-Mulk Ayat 3 :

الَّذِي خَلَقَ سَبْعَ سَمَوَاتٍ طِبَاقًا مَا تَرَى فِي خَلْقِ الرَّحْمَنِ مِنْ تَفَاوُتٍ فَارْجِعِ الْبَصَرَ هَلْ تَرَى مِنْ فُطُورٍ

Artinya :

Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu sekali-kali tidak melihat ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Maka lihatlah berulang-ulang, adakah kamu melihat sesuatu yang tidak seimbang?

 

Al-Qur’an merupakan kalam Allah yang di dalamnya juga banyak terdapat materi Matematikanya. Al-Qur’an berbicara tentang konsep bilangan, aljabar, geometri dan pengukuran serta statistika.

Dalam Al-Qur’an disebutkan 30 bilangan asli dan 8 bilangan pecahan. Al-Qur’an berbicara aljabar, yakni relasi dan operasi bilangan, relasi bilangan meliputi relasi lebih dari (fauqaatau aktsara), kurang dari (adna) dan lebih dari sama dengan. Operasi bilangan dalam Al-Qur’an meliputi penjumlahan, pengurangan dan pembagian, operasi perkalian disebutkan secara tersirat sebagai penjumlahan berulang. Al-Qur’an berbicara mengenai geometri dan pengukuran, yakni mengenai ukuran waktu, panjang, luas, massa dan kecepatan. Al-Qur’an juga berbicara mengenai statistika, yakni mengenai pengumpulan data, pengolahan data dan penarikan kesimpulan. Amal semua manusia dicatat dan dikumpulkan dalam database yang super canggih yang bernama lauh mahfudz, lalu diolah melalui neraca timbangan yang disebut mizan, dan kemudian disimpulkan apakah masuk surge dan neraka.

Selain itu ada indikasi bahwa matematika digunakan oleh Allah SWT untuk menjaga kemurnian Al-Qur’an. Keajaiban Al-Qur’an dari sisi matematika telah banyak diteliti oleh matematikawan Muslim moderen, misalnya Rashad Khalifa yang menemukan keajaiban bilangan 19 pada Tahun 1975-an dan Abd Da’im al-kahil yang menemukan keajaiban bilangan 7. Abah Salma Alif Sampayya mencoba melihat keseimbangan matematika dalam Al-Qur’an. Iskandar Soemabrata mencoba menganalisis Al-Qur’an secara numerik. Abdurrazaq Naufal menganalisis keseimbangan statistika kata-kata dalam Al-Qur’an. Fahmi Basya yang mencoba memahami Al-Qur’an dengan simbol-simbol. Serta masih banyak lagi kajian mengenai komposisi matematika dalam Al-Qur’an yang tentunya memerlukan pemahaman yang memadai tentang matematika dan Al-Qur’an itu sendiri.

Pertanyaan yang kemudian muncul adalah jika kitab sucinya sendiri (Al-Qur’an) banyak berbicara Matematika sedemikian luasnya, mengapa umat Islam justeru seakan-akan membenci Matematika? Bagaimanakah umat Islam dapat memahami dan mengamalkan Al-Qur’an dengan sempurna (khususnya tentang faraidh)kalau tidak memahami Matematika.

 

NABI MUHAMMADPUN BISA MATEMATIKA

Nabi Muhammad SAW adalah manusia yang dikenal dengan sifat-sifat Shiddiq (terpercaya), amanah (amanat), tabligh (menyampaikan) dan fathanah (cerdas). Kecerdasan yang dimiliki oleh Rasulullah SAW meliputi berbagai macam aspek seperti kepemimpinan (leadership), manajerial dan tak terkecuali kecerdasan matematis sekalipun pada zaman beliau tidak pernah di ajarkan matematika secara formal.

Sebagai salah satu contoh bahwa Rasulullah bias matematika adalah dengan adanya pernyataan beliau pada hadistnya yang berbunyi “Sholat yang dicintai Allah adalah shalat Nabi Daud. Puasa yang paling dicintai Allah adalah puasa Nabi Daud. Dia tidur setengah malam dan bangun sholat sepertiga mala, kemudian tidur pada pada seperenam malamnya. Dia puasa sehari dan tidak puasa sehari”.

Coba kita analisa hadis tersebut, semalam itu mempunyai satuan satu, maka Rasulullah telah menyiratkan, 1/2 + 1/3 + 1/6 = 1. Artinya, Rasulullah telah bisa memahami konsep operasi (penjumlahan) pecahan pada zamannya dengan tepat.

Begitu juga dengan hadis beliau yang menyatakan “Tidak ada wadah yang dipenuhkan oleh anak Adam (manusia) yang lebih buruk daripada perutnya sendiri. Memadailah untuk manusia itu, beberapa suap kecil-kecil yang bisa menegakkan tulang punggungnya. Kalau memang mesti berbuat (lebih dari itu), maka (isilah perut itu) sepertiganya untuk makanan, sepertiganya untuk minuman dan sepertiganya untuk nafasnya”. (1/3+1/3+1/3 =1).

SUMBANGAN MATEMATIKAWAN MUSLIM UNTUK DUNIA

  • JJ O’conner dan EF Robertson (MacTutor History of Matematics) :

Kami (barat) berutang  terhadap matematia Islam”.

Matematika adalah warisan peradaban Islam yang sangat penting, disamping kedokteran, astronomi, oftik, tekhnologi mesin, sejarah dan ilmu-ilmu keagamaan, yang justru dizaman modern kini umat Islam ketinggalan, memang suatu ironi.

Matematika di era kejayaan peradaban Islam masa lampau merupakan kajian yang sangat penting. Hampir semua pemikir besar tempo dulu memiliki basic yang sangat kuat dalam bidang ini. Bahkan penemuan-penemuan dalam bidang ini sangat mengagumkan.Tetapi seiring waktu, dan seiring dengan penurunan peradaban Islam, maka peminat kajian ilmu matematika sangat jarang, dan umat terjebak pada dogmatisme tahayulisme, khurafat, dan kepercayaan-kepercayaan bangsa yang tertinggal, yaitu dogmatisme yang tidak berdasar ilmu, mengikuti tradisi-tradisi nenek moyang yang tidak berdasar, yang terjajah selama ratusan tahun.Ahli matematika dalam peradaban islam biasanya juga ahli dalam ilmu-ilmu lainnya, termasuk ilmu keagamaan. Dan biasanya ahli matematika dalam peradaban islam juga merupakan ahli dalam astronomi, karena itu astronomi dan matematika merupakan kajian dan profesi yang menyatu. Karena itu biasanya ahli matematika adalah ahli dalam astronomi juga.Diantara intelektual yang berpengaruh dalam bidang ini (matematika) dalam peradaban islam klasik, antara lain:

  1. Al Khwarizmi:

Perintis matematika muslim dan orang yang sangat pantas disebut sebagai bapak aljabar modern. Nama aslinya adalah Muhammad ibn Musa al Khwarizmi. Ia berasal dari Khwarizm (Khiva). Kadang orang keliru dalam menafsirkan suatu hasil hasil karya peradaban modern, yang selalu dianggap berasal dari barat. Jika kita menelusuri kata Aljabar itu berasal dari karya (buku tulisan karya) Al Khwarizmi yang bernama Hisab al jabir wal mukabalah (yang berarti pengutuhan kembali dan perbandingan atau yang kerennya dalam istilah sekarang Kalkulasi integral & persamaan).

Bahkan istilah Alghorisme yang berarti sistem persepuluhan , merupakan ucapan orang barat terhadap nama Alkhwarizmi, karena alkwarizmi dianggap sebagai penemu dan pengembang sistem persepuluhan, dan dia dianggap sebagai penemu angka nol.

Salah satu karya alkhwarizmi yang terpenting adalah dialah yang menciptakan sistem aljabar. Penemuannya terhadap simbol-simbol bilangan 1 sampai dengan 9, dan angka nol (yang kemudian disebut sistem alghorisme) mampu memecahkan kesulitan-kesulitan simbolisasi yang masih menggunakan angka romawi. Suatu misal, jika hanya untuk bilangan angka 8, dalam angka romawi sama dengan VIII, jika angka 38 maka angka romawinya XXXVIII, maka orang akan kesulitan menggunakan angka romawi jika sudah jutaan.

Matematika yang dikembangkan dibarat sebelumnya adalah matematika Yunani yang kemudian dikembangkan oleh Romawi. Matematika Yunani adalah matematika murni, matematika untuk matematika, yang steril terhadap keperluan. Dalam penulisan bilangan mereka menggunakan huruf, dan tiap huruf melambangkan bilangan dan masih belum mengenal bilangan nol. Jadi matematika Yunani bersifat deduktif, penekanannya dilakukan dengan pembuktian yang bertingkat-tingkat, dimulai dari aksioma, postulat dan teorema.

  1. Abu Wafa al Bawzajani (w. 998 M)

Salah seorang ahli matematika muslim terbesar.. Ia dikenal sebagai ahli astronomi dan pengembang trigonometri (ilmu ukur sudut), dan orang yang pertama yang mengajukan beberapa rumus penting dalam trigonometri. Salah satu rumus yang didedikasikan kepadanya adalah Cos C= Cos a.cos b.

  1. Abu Kamil Syuja (abad 10 M)

Salah seorang ahli matematika muslim terbesar di abad pertengahan. Tidak banyak yang diketahui tentang kehidupannya, tetapi ia hidup setelah era Al Khwarizmi. Melalui Leonard dari Pisa dan pengikut-pengikutnya, ia telah memberi pengaruh besar terhadap perkembangan aljabar dan geometri di Eropa.

  1. Al Jauhary (abad 9 M)
    Seorang ahli matematika pada abad ke-9 M, seorang ahli geometer yang bekerja di Bayt al Hikmah (House of Wisdom), suatu lembaga ilmu pengetahuan yang dibangun Khalifah Al Ma’mun dari dinasti Abbasiyah di baghdad.
  1. Al Khuyandi ( w. 390 H/ 1000 M)

Seorang ahli astronomi dan matematika, terutama geometri. Ia dikenal sebagai ahli kontruksi asturlab. Ia juga termasuk penemu handal sinus yang diistilahkan kaidah astronomis.
Dalam bidang geometri perhatiannya mengarah pada resolusi atau penggunaan persamaan berpangkat tiga.
Albiruni saintis besar muslim menyanjung Al Khuyandi sebagai cendekiawan ahwaz Zamanihi (tiada bandinganya dizamannya). Sedang Al Thusi menegaskan bahwa Abu Wahfa, Ibn Irak dan al Khuyandi merupakan 3 penulis besar ang memiliki peran besar dalam penemuan kaidah sinus atau kaidah astronomis.
Teori matematika Al Khuyandi mengilhami teori Fermat (Fermat’s last theorm) yang dilontarkan Piere de Fermat pakar matematika asal perancis 600 tahun kemudian (w. 1665 M), suatu teori yang berupa teka-teki matematika yang pernah dilombakan dengan hadiah ratusan juta bagi yang sanggup membuktikannya.

  1. Khusiyar Ibn Laban (awal abad 11 M)

Seorang ahli matematika dan astronomi asal Persia, mahaguru kalkulus dan pengilham revolusi komputansi. karya andalannya diabadikan dalam 2 jiz, yaitu Jiz al Jami’ dan Jiz al Baligh, dan yang lainnya berjudul Usul Hisab al Hind, sebuah risalah mengenai aritmetika.
Kitab ushul Hisab al Hind, merupakan karya unggulannya yang memuat deskripsi pertama tentang perhitungan model India (Indian System of Calculation) , yaitu sistem numerasi berdasarkan posisi, yang artinya bahwa nilai atau harga angka-angkanya tergantung pada tempat atau posisinya dalam suatu bilangan. Sistem inilah yang kemudian mengilhami revolusi dalam hal cara atau metode komputasi yang digunakan dikawasan timur.

  1. Almajriti (w. 1007 M)

Seorang saintis asal Andalusia yang paling menonjol dizamannya, yang banyak memperkenalkan pengkajian sains, terutama kimia dan matematika. Ia banyak menulis tentang aritmetika dagang dengan menerapkan komputasi, geometri dan aljabar pada masalah-masalah penjualan, hitung dagang dan perpajakan. Ia juga banyak menulis tentang pemecahan kebekuan matematika.

  1. Al Karaji (w.410 H/1019 M)

Pakar matematika asal Persia , ia menulis tentang teori pencabutan akar atau kalkulus mental. Karyanya banyak sekali tentang sains, diantaranya berjudul Al Badi’ fi al Hisab, dalam buku ini ia menulis secara rinci untuk pertama kalinya teori pencabutan akar kuadrat dari sebuah polinomial dengan suatu bilangan yang tidak diketahui.
Sedang dalam bukunya yang berjudul Al Kafi’ fi al hisab banyak membicarakan proses-proses kalkulus mental yang disebutnya Al Hawa’i.

  1. Abu Nasr Mansur (w.1039 M)

Seorang ahli matematika asal persia ang diakini sebagai salah seorang penemu hukum sinus. Ia merupakan murid adri Abu Wafa’ dan guru dari ilmuwan besar, Al Biruni.
Albiruni menyebut Abu Nash mansur sebagai penemu beberapa bukti matematika.

  1. Al Khazin (abad 4 H/10 M)

Seorang ahli matematika dan astronom asal Khurasan yang hidup pada abad ke 4 H/ 10 M. Ia banyak menulis matematika dan astronomi. Ia adalah orang yang menawarkan konsep ang berbeda dengan Ptolomeus tentang peredaran matahari dan bumi. Ia mengkritik ptolomeus yang dinilainya gagal mengamati beberapa perubahan diameter matahari yang tampak sepanjang tahun (on the course of the years).

  1. Aljayani (abad 11 M)

Seorang penulis dan ahli matematika asal Andalusia (Spanyol Islam). Ia menulis komentar penting terhadap buku Element karya Euclid dan ia juga menulis karyanya dalam trigonometri speric (sperical trigonometry).

  1. Al Halili (abad 8 H/ 14 M)

Seorang pakar matematika dan astronomi. Ia banyak menghasilkan karya matematika dan astronomi ang berbobot tinggi. Ia berasal dari damaskus yang hidup pada abad ke 14 Masehi. Ia menjadi masyhur karena kemampuannya dalam menentukan arah kiblat dengan menyajikan garis-garis bujur dan garis-garis lintangnya dengan bantuan perhitungan rumit matematika. Tabel-tabel kiblatnya merupakan tabel trigonometrik canggih pertama. Ia berhasil mengkonfilasi sebuah tabel kiblat yang distandarkan pada sebuah rumusan canggih dan akurat. Hal ini menggambarkan kompetensi dan ketinggian otorotas kecendikiawannya dalam aljabar fungsi dan tekhnik-tekhnik komputansi.

  1. Al Kalasadi (abad 9 H/ 15 M)

Seorang pakar fiqih (hukum) dan juga pakar matematika yang inovatif asal Andalusia (Spanyol Islam), pencipta notasi pecahan modern. Komentarnya terhadap Takhlis Ibn Al Banna memuat suatu rumusan tingkat tinggi untuk memperoleh akar kuadrat dengan kecermatan dan ketepatan yang nyaris sempurna.
Dalam notasi pecahan, dialah orang pertama ang menggunakan simbol-simbol seperti yang digunakan kini secara luas.

  1. Al Qushyi (abad 15 M)

Seorang saintis, ahli astronomi dan matematika. Ia lahir di Samarkand dan meninggal di Istambul. Ia menggantikan Qadi Zade ‘ Rumi sebagai direktur observatorium Samarkan yang didirikan oleh Ulugh Beg. Ia juga kemudian menjadi profesor dibidang sains di perguruan Aya shofia.

Dengan menukir ke masa keemasan islam pada masa yang silam, sejenak tentu kita bangga mengetahui bahwa segala macam ilmu yang ada pada kita saat sekarang ini adalah berkat jasa-jasa ilmuwan muslim dunia yang sudah hampir seribu tahun yang lalu, ketika umat muslim adalah pembawa obor pengetahuan pada zaman kegelapan. Mereka menciptakan peradaban Islam, didorong oleh penelitian dan penemuan ilmiah, yang membuat bagian dunia lainnya iri selama berabad-abad.

Dalam kata-kata Carli Fiorina, seorang CEO Hewlett Packard yang visioner dan berbakat tinggi, “Adalah para arsitek yang mendesign bangunan-bangunan yang mampu melawan gravitasi. Adalah para matematikawan yang menciptakan aljabar dan algoritma yang dengannya komputer dan enkripsi data dapat tercipta. Adalah para dokter yang memeriksa tubuh manusia, dan menemukan obat baru untuk penyakit. Adalah para astronom yang melihat ke langit, memberi nama bintang-bintang, dan membuka jalan bagi perjalanan dan eksplorasi antariksa. Adalah para sastrawan yang menciptakan ribuan kisah; kisah-kisah perjuangan, percintaan dan keajaiban. Ketika negeri lain takut akan gagasan-gagasan, peradaban ini berkembang pesat dengannya dan membuat mereka penuh energi. Ketika ilmu pengetahuan terancam dihapus akibat penyensoran oleh peradaban sebelumnya, peradaban ini menjaga ilmu pengetahuan tetap hidup, dan menyebarkannya kepada peradaban lain. Tatkala peradaban barat modern sedang berbagi pengetahuan ini, peradaban yang sedang saya bicarakan ini adalah dunia Islam bermula pada tahun 800 hingga 1600, yang termasuk di dalamnya Dinasti Ottoman dan kota Baghdad, Damaskus dan Kairo, dan penguasa agung seperti Sulaiman yang Bijak. Walaupun kita sering kali tidak menyadari hutang budi kita kepada peradaban ini, sumbangsihnya merupakan bagian dasar dari kebudayaan kita. Teknologi industri tidak akan pernah hadir tanpa kontribusi para matematikawan arab.”

Sebenarnya, sangatlah sulit untuk mencari bidang ilmu pengetahuan yang tidak berhutang budi kepada para pionir ini. Di bawah ini adalah daftar singkat, tanpa bermaksud menyatakannya sebagai yang terlengkap, para ilmuwan muslim dari abad 8 hingga abad 14.

701 (Meninggal) * Khalid Ibn Yazeed * Ilmuwan kimia
721-803 * Jabir Ibn Haiyan * Ilmuwan kimia (Seorang ilmuwan kimia muslim populer)
740 * Al-Asma’i * Ahli ilmu hewan, ahli tumbuh-tumbuhan, ahli pertanian
780 * Al-Khwarizmi (Algorizm) * Matematika (Aljabar, Kalkulus), Astronomi

Kitab al-Hayawan. Sebuah kitab berisi ensklopedia berbagai jenis binatang karya ahli ilmu hewan muslim al-Jahiz. Pada kitab ini al-Jahiz memaparkan berbagai macam teori, salah satunya mengenai interaksi antara hewan dengan lingkungannya.

776-868 * Amr Ibn Bahr al-Jahiz * Ahli ilmu hewan
787 * Al Balkhi, Ja’far Ibn Muhammad (Albumasar) * Astronomi
796 (Meninggal) * Al-Fazari, Ibrahim Ibn Habib * Astronomi
800 * Ibn Ishaq Al-Kindi (Alkindus) * Kedokteran, Filsafat, Fisika, Optik
815 * Al-Dinawari, Abu Hanifa Ahmed Ibn Dawud * Matematika, Sastra
816 * Al Balkhi * Ilmu Bumi (Geography)
836 * Thabit Ibn Qurrah (Thebit) * Astronomi, Mekanik, Geometri, Anatomi
838-870 * Ali Ibn Rabban Al-Tabari * Kedokteran, Matematika
852 * Al Battani Abu Abdillah * Matematika, Astronomi, Insinyur
857 * Ibn Masawaih You’hanna * Kedokteran
858-929 * Abu Abdullah Al Battani (Albategnius) * Astronomi, Matematika
860 * Al-Farghani, Abu al-Abbas (Al-Fraganus) * Astronomy, Tehnik Sipil
864-930 * Al-Razi (Rhazes) * Kedokteran, Ilmu Kedokteran Mata, Ilmu Kimia
973 (Meninggal) * Al-Kindi * Fisika, Optik, Ilmu Logam, Ilmu Kelautan, Filsafat
888 (Meninggal) * Abbas Ibn Firnas * Mekanika, Ilmu Planet, Kristal Semu
900 (Meninggal) * Abu Hamed Al-Ustrulabi * Astronomi
903-986 * Al-Sufi (Azophi) * Astronomi
908 * Thabit Ibn Qurrah * Kedokteran, Insinyur
912 (Meninggal) * Al-Tamimi Muhammad Ibn Amyal (Attmimi) * Ilmu Kimia
923 (Meninggal) * Al-Nirizi, AlFadl Ibn Ahmed (Altibrizi) * Matematika, Astronomi
930 * Ibn Miskawayh, Ahmed Abu Ali * Kedokteran, Ilmu Kimia
932 * Ahmed Al-Tabari * Kedokteran
934 * Al-Istakhr II * Ilmu Bumi (Peta Bumi)
936-1013 * Abu Al-Qosim Al-Zahravi (Albucasis) * Ilmu Bedah, Kedokteran
940-997 * Abu Wafa Muhammad Al-Buzjani * Matematika, Astronomi, Geometri
943 * Ibn Hawqal * Ilmu Bumi (Peta Dunia)
950 * Al Majrett’ti Abu al-Qosim * Astronomi, Ilmu Kimia, Matematika
958 (Meninggal) * Abul Hasan Ali al-Mas’udi * Ilmu Bumi, Sejarah
960 (Meninggal) * Ibn Wahshiyh, Abu Bakar * Ilmu Kimia, Ilmu Tumbuh-tumbuhan
965-1040 * Ibn Al-Haitham (Alhazen) * Fisika, Optik, Matematika

973-1048 * Abu Rayhan Al-Biruni * Astronomy, Matematika, Sejarah, Sastra
976 * Ibn Abil Ashath * Kedokteran
980-1037 * Ibn Sina (Avicenna) * Kedokteran, Filsafat, Matematika, Astronomi
983 * Ikhwan A-Safa (Assafa) * (Kelompok Ilmuwan Muslim)
1001 * Ibn Wardi * Ilmu Bumi (Peta Dunia)
1008 (Meninggal) * Ibn Yunus * Astronomy, Matematika.
1019 * Al-Hasib Alkarji * Matematika
1029-1087 * Al-Zarqali (Arzachel) * Matematika, Astronomi, Syair
1044 * Omar Al-Khayyam * Matematika, Astronomi, Penyair
1060 (Meninggal) * Ali Ibn Ridwan Abu Hassan Ali * Kedokteran
1077 * Ibn Abi Sadia Abul Qasim * Kedokteran
1090-1161 – Ibn Zuhr (Avenzoar) * Ilmu Bedah, Kedokteran
1095 – Ibn Bajah, Mohammed Ibn Yahya (Avenpace) * Astronomi, Kedokteran
1097 – Ibn Al-Baitar Diauddin (Bitar) * Ilmu Tumbuh-Tumbuhan, Ilmu Kedokteran

1099 – Al-Idrisi (Dreses) * Ilmu Bumi (Geography), Ahli Ilmu Hewan, Peta Dunia (Peta Pertama)
1110-1185 – Ibn Tufayl, Abubacer Al-Qaysi * Filosofi, Kedokteran
1120 (Meninggal) – Al-Tuhra-ee, Al-Husain Ibn Ali *Ahli Kimia, Penyair
1128 – Ibn Rushd (Averroe’s) * Filosofi, Kedokteran, Astronomi
1135 – Ibn Maymun, Musa (Maimonides) * Kedokteran, Filosofi
1136 – 1206 – Al-Razaz Al-Jazari * Astronomi, Seni, Insinyur mekanik
1140 – Al-Badee Al-Ustralabi * Astronomi, Matematika
1155 (Meningal) – Abdel-al Rahman al Khazin *Astronomi
1162 – Al Baghdadi, Abdel-Lateef Muwaffaq * Kedokteran, Ahli Bumi (Geography)
1165 – Ibn A-Rumiyyah Abul’Abbas (Annabati) * Ahli Tumbuh-tumbuhan
1173 – Rasheed Al-Deen Al-Suri * Ahli Tumbuh-tumbuhan
1180 – Al-Samawal * Matematika
1184 – Al-Tifashi, Shihabud-Deen (Attifashi) *Ahli Logam, Ahli Batu-batuan
1201-1274 – Nasir Al-Din Al-Tusi * Astronomi, Non-Euclidean Geometri

1203 – Ibn Abi-Usaibi’ah, Muwaffaq Al-Din * Kedokteran
1204 (Meninggal) – Al-Bitruji (Alpetragius) * Astronomi
1213-1288 – Ibn Al-Nafis Damishqui * Astronomi
1236 – Kutb Aldeen Al-Shirazi * Astronomi, Ilmu Bumi (Geography)
1248 (Meninggal) * Ibn Al-Baitar * Farmasi, Ahli Tumbuh-tumbuhan (Botany)
1258 – Ibn Al-Banna (Al Murrakishi), Azdi * Kedokteran, Matematika
1262 – Abu al-Fath Abd al-Rahman al-Khazini * Fisika, Astronomi
1273-1331 – Al-Fida (Abdulfeda) * Astronomi, Ilmu Bumi (Geography)
1360 – Ibn Al-Shater Al Dimashqi * Astronomi, Matematika
1320 (Meninggal) – Al Farisi Kamalud-deen Abul-Hassan *Astronomy, Fisika
1341 (Meninggal) – Al Jildaki, Muhammad Ibn Aidamer * Ilmu Kimia
1351 – Ibn Al-Majdi, Abu Abbas Ibn Tanbugha * Matematika, Astronomi
1359 – Ibn Al-Magdi, Shihab Udden Ibn Tanbugha * Matematika, Astronomi

Dengan deretan sarjana muslim seperti itu, tidaklah sulit untuk menyetujui apa yang dikatakan George Sarton, ” Tugas utama kemanusian telah dicapai oleh para muslim. Filosof terbaik, Al-Farabi adalah seorang muslim. Matematikawan terbaik Abul Kamil dan Ibn Sina adalah muslim. Ahli geography (Ilmu Bumi) dan ensklopedia terbaik Al-Masudi adalah seorang muslim dan Al-Tabari ahli sejarah terbaik juga seorang muslim.

Sejarah sebelum Islam dipenuhi dengan perkiraan-perkiraan, desas-desus dan mitos-mitos. Adalah seorang ahli sejarah muslim yang pertama kali memperkenalkan metode sanad dan matan yang melacak keaslian dan keutuhan sebuah informasi langsung dari saksi mata. Menurut seorang ahli sejarah Bucla “Metode ini belumlah dipraktekkan oleh Eropa sebelum tahun 1597.” Metode lainnya: adalah penelitian sejarah bersumber dari ahli sejarah terkemuka Ibn Khaldun. Pengarang dari Kashfuz Zunun memberikan daftar 1300 buku-buku sejarah yang ditulis dalam bahasa Arab pada masa beberapa abad sejak munculnya Islam.

Sekarang lihatlah dunia kaum muslim. Kapankah anda terakhir kali mendengar seorang muslim memenangkan hadiah Nobel dalam bidang ilmu pengetahuan dan kedokteran? Bagaimana dengan publikasi ilmiah? Sayangnya, anda tidak akan menemukan banyak nama kaum Muslim dalam bidang ilmu pengetahuan dan makalah-makalah ilmiah. Apa yang kurang? Alasan apa yang kita miliki?

Sebuah publikasi yang baru saja diterbitkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menanggapi pembangunan di wilayah Arab mengemukakan bahwa dunia Arab yang terdiri dari 22 negara menerjemahkan 330 buku per tahun. Angka itu sangat menyedihkan, hanya seperlima dari jumlah buku-buku yang diterjemahkan oleh sebuah negara kecil Yunani dalam setahunnya! (Spanyol menerjemahkan rata-rata 100,000 buku setiap tahunnya). Mengapa ada alergi atau keengganan untuk menerjemahkan ilmu yang asal-muasalnya berasal dari nenek moyang kita sendiri untuk mendapatkan kembali warisan terdahulu dengan menganalisa, mengumpulkan, menyempurnakan dan menyalurkan ilmu-ilmu yang bermanfaat bagi umat manusia.

 

Bukran Abu Sheikha (Guru Matematika SDIT Anak Sholeh Praya)